SITI HUMAIRA: DARI JAZIRAH ISLAM MENUJU KONSENTRASI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM

1

 

Assalamualaikum wr. wb.

Perkenalkan, saya Siti Humaira NPM 24126342 dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah.

Saya ingin menceritakan pengalaman saya terkait ketertarikan pada SKI. 

Ketertarikan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan sudah tumbuh sejak kecil melalui kebiasaan menonton tayangan sejarah Islam. Pengalaman itulah yang akhirnya mengantarkan saya untuk memilih konsentrasi SKI.

Sejak kecil, pagi hari selalu memiliki makna tersendiri bagiku. Setiap pukul 06.00 WITA, setelah menunaikan salat Subuh, mama selalu menyalakan televisi sambil menyetrika seragam sekolahku. Tujuannya sederhana, agar aku segera bangun dan bersiap ke sekolah. Di saat itulah aku mulai mengenal sebuah program di Trans7 yang berjudul Jazirah Islam atau Khazanah.

Program tersebut menayangkan kisah penyebaran Islam, perjalanan peradaban Muslim di berbagai belahan dunia, serta berbagai pengetahuan tentang sejarah Islam yang dikemas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Terlebih ketika bulan Ramadan tiba, tayangan itu menjadi acara yang selalu kutunggu. 

Tanpa kusadari, kebiasaan sederhana setiap pagi itu menumbuhkan rasa penasaran dalam diriku untuk mengenal sejarah Islam lebih jauh. Sejak saat itu, aku mulai menyukai kisah-kisah peradaban Islam dan bercita-cita mempelajarinya secara lebih mendalam.

Ketika tiba saatnya memilih konsentrasi kuliah, aku sempat dihadapkan pada berbagai pertimbangan. Banyak orang mengatakan bahwa Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan Fikih adalah bidang yang menarik sekaligus penuh pembahasan yang kompleks, terutama ketika memasuki kajian-kajian yang lebih mendalam. 

Meski begitu, keraguan itu tidak pernah membuatku ingin berpindah pilihan. Justru aku semakin yakin memilih konsentrasi SKI karena telah memiliki impian yang ingin kuwujudkan, yaitu meneliti Sejarah Kebudayaan Islam di Kabupaten Tanah Bumbu, tempat aku lahir, tumbuh, dan mengenal kehidupan. 

Di balik hamparan tambang batu bara yang menjadi ciri khas daerahku, aku percaya masih banyak jejak sejarah yang layak digali dan dikenalkan kepada masyarakat.

Dalam perjalanan menentukan pilihan, banyak orang bertanya siapa yang paling berpengaruh terhadap keputusanku. Jawabannya sederhana, yaitu tekad dalam diriku sendiri. Keinginan untuk memahami sejarah peradaban Islam dan perjalanan dunia menjadi dorongan terbesar yang membuatku mantap melangkah. 

Dukungan keluarga tentu menjadi penyemangat, tetapi keyakinan untuk terus belajar lahir dari dalam hati sendiri.

Alhamdulillah, tidak ada tantangan berarti yang menghalangiku hingga akhirnya aku diterima dikonsentrasi yang memang kuinginkan. 

Rasa syukur memenuhi hati karena aku percaya setiap langkah yang diiringi niat baik akan dipermudah oleh Allah Swt. 

Kini, aku hanya berharap semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan kepada diriku serta keluargaku.

Aku juga berharap suatu hari nanti dapat mengunjungi berbagai negeri, menyaksikan secara langsung peninggalan-peninggalan sejarah Islam yang selama ini hanya kulihat melalui buku dan layar televisi. 

Mungkin semua itu berawal dari kebiasaan sederhana di pagi hari, tetapi siapa sangka, dari sanalah tumbuh sebuah mimpi besar yang mengantarkanku memilih jalan hidup di bidang Sejarah Kebudayaan Islam.



Penulis: 

Siti Humaira, NPM 24126342

Mahasiswa PAI Angkatan 2024

Posting Komentar

1Komentar
Posting Komentar