Fiqri, Balangan 2026 - Dunia pendidikan tidak hanya berbicara tentang ruang kelas dan teori pembelajaran. Hal itu dibuktikan oleh Muhammad Hermain Zaini NPM 22125790, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura, yang turut berpartisipasi dalam penampilan Musikalisasi Puisi pada ajang Balangan Islamic Festival 2026, Sabtu (6/6/2026) malam di Tugu Maritam, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Balangan.
Dalam penampilan tersebut, Hermain mengisi posisi gitar kedua pada pementasan puisi berjudul “Usia di Selembar Daun” karya penyair Ali Syamsudin Arsy. Bersama rekan-rekannya, ia menghadirkan pertunjukan yang memadukan kekuatan sastra dengan harmonisasi musik, menciptakan suasana reflektif yang mengundang penonton untuk merenungkan makna kehidupan.
Tim musikalisasi puisi tersebut terdiri atas Dori sebagai vokalis, Romo pada gitar pertama, Hermain pada gitar kedua, Mangker sebagai pemain cims, Edho pada darbuka, dan Lorensius sebagai pemain ciss. Penampilan mereka diarahkan oleh sutradara Ramadhan Syahbillal, dengan Mihrab an Nabawi sebagai pimpinan produksi.
Berbeda dengan pertunjukan musik pada umumnya, musikalisasi puisi ini menempatkan puisi sebagai pusat ekspresi artistik. Instrumen musik tidak sekadar menjadi pengiring, tetapi berfungsi memperkuat suasana dan emosi yang terkandung dalam setiap bait puisi. Karya “Usia di Selembar Daun” mengangkat refleksi tentang perjalanan manusia yang selalu diwarnai oleh perjumpaan dan perpisahan.
Kehidupan digambarkan seperti sehelai daun yang tumbuh, berkembang, lalu pada waktunya akan gugur. Melalui metafora tersebut, puisi mengajak manusia untuk menyadari bahwa usia merupakan amanah yang terbatas dan setiap fase kehidupan memiliki hikmah yang perlu disyukuri. Pesan yang terkandung dalam karya ini memiliki kedekatan dengan ajaran Islam yang mengingatkan manusia akan hakikat kehidupan dunia yang sementara. Setiap pertemuan, kebersamaan, maupun perpisahan merupakan bagian dari ketetapan Allah Swt. yang harus diterima dengan keimanan dan kesabaran.
Menurut Hermain, keterlibatannya dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan aktivitas akademik sehari-hari. Ia belajar bagaimana seni dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat. “Melalui musikalisasi puisi, kami berusaha menghadirkan pesan yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan. Ketika musik dan puisi berpadu, makna yang disampaikan menjadi lebih dekat dengan penonton,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seni merupakan salah satu bentuk pengembangan diri yang penting. Selain melatih kreativitas, kegiatan semacam ini juga mengajarkan kerja sama, kedisiplinan, dan kemampuan berkomunikasi dalam sebuah tim.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura, Mihrab A., M. Pd., mengapresiasi keterlibatan Muhammad Hermain Zaini dalam kegiatan seni dan sastra tingkat provinsi tersebut. Menurutnya, partisipasi mahasiswa dalam ajang seperti Balangan Islamic Festival merupakan bentuk pengembangan kompetensi yang sejalan dengan visi pendidikan tinggi, yaitu membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif dan adaptif dalam kehidupan bermasyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar tentang kreativitas, kerja sama tim, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting yang akan mendukung keberhasilan mereka, baik sebagai pendidik maupun sebagai bagian dari masyarakat,” tambahnya.
Mihrab berharap capaian dan partisipasi mahasiswa dalam Balangan Islamic Festival 2026 dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, mengembangkan bakat, serta membawa nama baik Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura di berbagai ajang kompetisi dan kegiatan kemasyarakatan.
.jpeg)


