RAMADHAN SYAHBILAL MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM RAIH JUARA LOMBA MUSIKALISASI PUISI PADA BALANGAN ISLAMIC FESTIVAL 2026

0


RAMADHAN MAHASISWA PAI IAI DARUSSALAM MARTAPURA TAMPIL SEBAGAI SUTRADARA DAN PEMAIN MUSIKALISASI PUISI PADA BALANGAN ISLAMIC FESTIVAL 2026

Fiqri, Balangan, 2026 - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura, Ramadhan Syahbillal NPM 22125828, menunjukkan kiprahnya di bidang seni dan sastra dengan menjadi sutradara dalam penampilan Musikalisasi Puisi pada ajang Balangan Islamic Festival 2026 yang berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026, pukul 19.00 WITA di kawasan Tugu Maritam, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Balangan. 

Pada kegiatan tersebut, tim membawakan puisi berjudul “Usia di Selembar Daun”, karya Ali Syamsudin Arsy, yang ditampilkan ke dalam bentuk musikalisasi puisi. Penampilan ini memadukan kekuatan sastra, musik, dan pesan-pesan reflektif tentang kehidupan manusia sehingga mampu menghadirkan suasana yang menyentuh bagi para penonton. 

Sebagai sutradara dan juga pemain, Ramadhan Syahbillal bertanggung jawab mengarahkan konsep pertunjukan, mengatur penghayatan puisi, serta menyelaraskan unsur musik dan ekspresi para pemain agar pesan yang terkandung dalam karya dapat tersampaikan secara utuh kepada penonton. 

Musikalisasi puisi tersebut diperankan oleh Dori sebagai vokalis, Romo pada gitar pertama, Muhammad Hermain Zaini pada gitar kedua, Mangker pada alat musik cims, Edho pada darbuka, dan Lorensius pada alat musik ciss. Penampilan mereka atas nama Riam Sastra Murobbi mewakili Kabupaten Banjar.



Usia di Selembar Daun menggambarkan bagaimana manusia berusaha mempertahankan kebersamaan, namun pada akhirnya setiap individu harus menerima ketentuan Allah Swt. yang membawa mereka ke jalan kehidupan masing-masing. Dalam puisi tersebut, kehidupan manusia diibaratkan seperti selembar daun yang tumbuh, berkembang, kemudian gugur ketika waktunya tiba. Perumpamaan tersebut mengajak pembaca dan penonton untuk merenungkan hakikat kehidupan yang bersifat sementara serta pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih kekal. 


Melalui pendekatan musikalisasi, pesan-pesan yang terkandung dalam puisi menjadi lebih mudah diterima dan dirasakan oleh penonton. Perpaduan antara lantunan vokal, instrumen musik, dan pembacaan puisi menghadirkan nuansa kontemplatif yang mengajak masyarakat untuk merefleksikan perjalanan hidup, makna kebersamaan, dan kesadaran akan keterbatasan usia manusia. 

Ramadhan Syahbillal mengaku bersyukur dapat terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai sutradara dan pemain. Menurutnya, seni sastra dan musik memiliki peran penting sebagai media edukasi sekaligus sarana penyampaian nilai-nilai kehidupan yang dekat dengan masyarakat. “Puisi ini mengingatkan kita bahwa kehidupan di dunia hanya sementara. Melalui musikalisasi puisi, kami berusaha menyampaikan pesan tersebut dengan cara yang lebih menyentuh sehingga penonton dapat merasakan makna yang terkandung di dalamnya,” ujarnya. 

Sebagai mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Ramadhan menilai bahwa seni dapat menjadi salah satu media dakwah yang efektif. Nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan dapat disampaikan melalui karya sastra dan pertunjukan seni tanpa mengurangi esensi pesan yang ingin disampaikan. 

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura, Drs. H. Sofrayani, M. Pd. I., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam ajang seni dan budaya yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan serta keislaman. Menurutnya, partisipasi mahasiswa dalam kegiatan seperti Balangan Islamic Festival menunjukkan bahwa mahasiswa Tarbiyah mampu mengembangkan potensi diri tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam bidang seni, sastra, dan dakwah kultural. "Kami sangat mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini. Seni dan sastra merupakan media yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, membangun karakter, serta mengembangkan kreativitas generasi muda. Apa yang ditampilkan oleh mahasiswa kita membuktikan bahwa dakwah dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk melalui karya seni yang edukatif dan inspiratif," ujarnya.

Beliau berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa dari kegiatan tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan, kerja sama tim, dan kemampuan berkomunikasi di tengah masyarakat. Selain itu, keterlibatan dalam kegiatan seni dan budaya juga diharapkan mampu memperkuat tradisi literasi serta memperluas wawasan mahasiswa dalam memadukan nilai-nilai pendidikan Islam dengan kreativitas budaya.

"Fakultas Tarbiyah akan terus mendukung mahasiswa untuk berprestasi dan berkarya dalam berbagai bidang. Kami berharap keikutsertaan mereka dalam festival ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki serta membawa nama baik kampus di tingkat regional maupun nasional," tambah beliau.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)