Maimunah mengikuti perlombaan Maulid Habsyi Putri pada 14 Oktober 2026 bersama grup El-Hidayah. Prestasi ini menjadi pengalaman berharga baginya sekaligus bentuk partisipasi mahasiswa dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Islami di Kalimantan Selatan.
Maimunah mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti perlombaan tersebut adalah keinginan untuk turut melestarikan seni Maulid Habsyi yang telah menjadi salah satu ciri khas budaya Islami masyarakat Banjar, khususnya di Martapura.
“Alhamdulillah, ulun bersama grup El-Hidayah berhasil meraih Juara Harapan II dalam kategori umum putri. Motivasi ulun mengikuti perlombaan ini adalah karena ulun ingin turut menjaga dan melestarikan seni Maulid Habsyi yang sudah menjadi salah satu ciri khas budaya Islami di Kalimantan Selatan, khususnya di Martapura,” ungkapnya.
Dalam menghadapi perlombaan, Maimunah bersama rekan-rekan satu grup menjalani persiapan selama kurang lebih tiga minggu. Proses tersebut didukung oleh keluarga, kekompakan anggota grup, serta bimbingan para pelatih yang membantu mereka mempersiapkan penampilan secara maksimal.
Meski sempat mengalami batuk dan flu sekitar satu minggu sebelum perlombaan, kondisi kesehatannya berangsur pulih dalam beberapa hari sehingga tidak sampai mengganggu jalannya perlombaan.
Maimunah mengaku senang dan bersyukur atas pencapaian yang diraih bersama grupnya. Menurutnya, mengikuti perlombaan dalam kategori umum memberikan pengalaman berharga karena harus berhadapan dengan peserta lain yang memiliki kemampuan dan pengalaman.
"Pencapaian ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus motivasi bagi ulun untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Pesan ulun bagi kawan-kawan mahasiswa yang ingin mengikuti perlombaan serupa, khususnya Maulid Habsyi, jangan malu untuk mencoba dan harus percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Jangan takut untuk berproses, karena setiap pengalaman pasti memberikan pelajaran yang berharga,” tuturnya.
Ia juga berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik mengikuti kegiatan seni Maulid Habsyi. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi wadah untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi, tetapi juga menjadi upaya melestarikan budaya Banjar serta menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. melalui lantunan shalawat.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam IAI Darussalam Martapura, M. Miftah Arief, M.Pd., diharapkan dapat memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswa tersebut. Ia juga dapat menekankan pentingnya dukungan terhadap pengembangan bakat mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun seni dan budaya Islami.
“Kami mengapresiasi prestasi yang diraih Siti Maimunah bersama grup El-Hidayah dalam Festival Budaya Banjar 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa PAI tidak hanya memiliki kesempatan untuk berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga dapat berkontribusi dalam bidang seni dan budaya Islami. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, berani mengikuti perlombaan, serta ikut menjaga dan melestarikan tradisi Maulid Habsyi sebagai bagian dari budaya Islami masyarakat Banjar.” tutur beliau.
Prestasi yang diraih Siti Maimunah bersama grup El-Hidayah diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berpartisipasi dalam kegiatan positif. Melalui keterlibatan generasi muda, seni Maulid Habsyi diharapkan tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
.jpeg)


