Kegiatan tersebut diikuti oleh hampir 30 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota organisasi. Mayoritas peserta berasal dari HMP PAI, tetapi kegiatan ini juga terbuka bagi organisasi mahasiswa (Ormawa) dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ingin turut berpartisipasi.
Persiapan dan pendataan peserta dilakukan melalui Google Formulir yang dibagikan kepada calon peserta. Setelah pendaftaran selesai, panitia memeriksa dan merekapitulasi data untuk memastikan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan. Panitia juga menyediakan konsumsi bagi setiap peserta selama kegiatan berlangsung.
Selama kunjungan, peserta didampingi oleh pemandu lapangan (tour guide) yang memberikan penjelasan mengenai sejarah dan koleksi museum. Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa berkesempatan memperoleh informasi secara langsung mengenai sejarah dan kebudayaan Kalimantan Selatan.
Ketua Umum HMP PAI periode 2025–2026, Akhmad, menyampaikan bahwa kegiatan study tour merupakan salah satu bentuk pembelajaran di luar perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami materi secara teoretis, tetapi juga perlu memperluas wawasan melalui pengalaman dan pengamatan secara langsung.“Kami berharap mahasiswa mendapatkan wawasan yang lebih luas dan mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan proses pendidikan. Seorang calon guru PAI nantinya tidak hanya mengajarkan materi agama, tetapi juga perlu memahami lingkungan, budaya, dan kondisi sosial peserta didiknya,” ungkap Akhmad.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan ke Museum Lambung Mangkurat juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa, khususnya yang berasal dari luar daerah, untuk mengenal sejarah dan budaya Kalimantan Selatan sebagai lingkungan tempat mereka menempuh pendidikan.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura, Mihrab A., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan *study tour* merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang dapat memperluas wawasan mahasiswa di luar lingkungan perkuliahan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal sejarah dan kebudayaan daerah secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan, menumbuhkan kepedulian terhadap budaya lokal, serta mempererat kebersamaan antarmahasiswa. Saya berharap kegiatan kemahasiswaan seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan persiapan yang matang, kedisiplinan, dan koordinasi yang baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.” ujar beliau.
Secara umum, kegiatan study tour berlangsung dengan baik dan lancar. Peserta memperoleh pengalaman serta pengetahuan baru, sekaligus mempererat kebersamaan dan kekompakan antaranggota organisasi.
Meski demikian, panitia mencatat perlunya evaluasi, terutama terkait ketertiban selama berada di museum. Situasi yang kurang kondusif pada beberapa kesempatan menjadi bahan perbaikan bagi pelaksanaan kegiatan berikutnya. Disiplin peserta, kepatuhan terhadap arahan, serta koordinasi antara panitia dan peserta perlu ditingkatkan agar kegiatan mendatang dapat berlangsung lebih tertib, nyaman, dan efektif.
Melalui kegiatan ini, HMP PAI IAI Darussalam Martapura berharap mahasiswa semakin menyadari pentingnya pembelajaran kontekstual yang menghubungkan pengetahuan di bangku kuliah dengan realitas sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat.
.jpeg)



