Kegiatan MA’AN diikuti sebanyak 109 peserta yang berasal dari anggota HMP PAI semester 2 dan semester 4. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan antaranggota sekaligus sebagai bagian dari proses pembinaan dan persiapan kepengurusan HMP PAI.
Rangkaian kegiatan MA’AN cukup beragam, dimulai dari pembukaan, salat berjamaah, penyampaian materi, dan sesi tanya jawab. Selain itu, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan yang lebih santai dan melibatkan interaksi langsung, seperti ice breaking, games, lomba masak, makan bersama, bincang santai, hingga api unggun.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah, senam, pembagian hadiah, foto bersama, serta bersih-bersih lokasi kegiatan. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian yang telah disiapkan panitia.
Suasana kebersamaan semakin terasa dalam kegiatan games, lomba masak, bincang santai, dan api unggun. Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk saling berinteraksi dan membangun kedekatan antarsesama anggota.
Proses persiapan MA’AN sendiri terbilang cukup singkat karena kegiatan dilaksanakan lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Perubahan jadwal tersebut dilakukan agar pelaksanaan MA’AN tidak berbarengan dengan agenda KPUM. Meskipun waktu persiapan terbatas, kegiatan tetap dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama dan kekompakan panitia.
Ketua HMP PAI periode 2025/2026, Akhmad, mengatakan bahwa kegiatan MA’AN tidak hanya bertujuan untuk membangun keakraban, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan anggota dan persiapan regenerasi kepengurusan.
Menurutnya, anggota HMP PAI perlu membangun hubungan yang tidak hanya sebatas formalitas organisasi, tetapi juga memahami pentingnya kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, dan rasa memiliki terhadap organisasi.
“Kami berharap kebersamaan yang terbentuk tidak hanya ada selama kegiatan, tetapi terus terjaga dalam kehidupan organisasi maupun di luar organisasi,” ujar Akhmad.
Ia menambahkan bahwa rasa kekeluargaan yang terbangun dalam organisasi harus tetap berjalan beriringan dengan profesionalitas dalam menjalankan amanah.
“Namun, kekeluargaan juga harus berjalan bersama profesionalitas. Kita boleh dekat seperti keluarga, tetapi ketika mendapatkan amanah, tetap harus mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAI Darussalam Martapura, M. Miftah Arief, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan MA’AN yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempererat hubungan sekaligus mempersiapkan diri dalam menjalankan roda organisasi.
Menurutnya, kegiatan seperti MA’AN dapat memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, terutama dalam membangun kerja sama, komunikasi, dan rasa tanggung jawab. Hal tersebut penting sebagai bekal bagi mahasiswa yang nantinya akan mendapatkan amanah dalam kepengurusan HMP PAI.
“Kegiatan seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan untuk berkumpul dan membangun keakraban, tetapi juga dapat memberikan pembelajaran kepada mahasiswa tentang pentingnya kerja sama, tanggung jawab, serta komitmen dalam menjalankan organisasi,” ujar beliau.
Ia berharap nilai-nilai positif yang diperoleh selama kegiatan dapat terus diterapkan oleh anggota, baik dalam kehidupan organisasi maupun dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui kegiatan MA’AN, peserta juga mendapatkan bekal mengenai kepemimpinan dan kepengurusan sebagai persiapan bagi calon pengurus HMP PAI. Bekal tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menjalankan amanah serta membawa HMP PAI menjadi organisasi yang lebih baik ke depannya.
Dengan memadukan kegiatan pembekalan dan kebersamaan, MA’AN menjadi salah satu upaya HMP PAI dalam memperkuat hubungan antaranggota sekaligus mempersiapkan generasi penerus yang memiliki rasa tanggung jawab dan komitmen dalam menjalankan roda organisasi.
.jpeg)




