Zahro, Martapura 2026 - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam IAI Darussalam Martapura menggelar kegiatan Bedah Buku pada Minggu, 14 Desember 2025, bertempat di lokal Fakultas Tarbiyah. Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 40 peserta yang berasal dari lingkungan Fakultas Tarbiyah, dengan mayoritas peserta merupakan mahasiswa HMP PAI, serta diikuti mahasiswa HMP PGMI dan PIAUD.
Kegiatan Bedah Buku menghadirkan dua narasumber yang merupakan penulis buku, yakni Musa Bastar dan Rafii Syihab. Kegiatan ini dibuka bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah sebagai wadah untuk menambah wawasan, meningkatkan minat baca, serta mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam memahami dan mendiskusikan sebuah karya.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti sesi review buku bersama narasumber. Selain membahas isi dan review buku, narasumber juga memberikan materi mengenai cara menjadi penulis bagi pemula. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan kepada narasumber. Peserta juga diberikan tugas untuk membuat rangkaian puisi sebagai bentuk praktik menulis secara langsung.
Persiapan kegiatan dilakukan panitia melalui rapat untuk menentukan konsep, waktu, tempat, serta pembagian tugas masing-masing panitia. Peserta diberikan kebebasan untuk membawa buku apa saja, meskipun terdapat satu buku utama yang nantinya dibahas bersama pemateri. Panitia juga melakukan koordinasi dengan calon pemateri mengenai kesediaan dan teknis kegiatan.
Kegiatan sebelumnya direncanakan berlangsung di RTH Kompas pada Minggu pagi. Namun, karena adanya kendala cuaca, panitia mengalihkan lokasi kegiatan ke ruang kelas kampus sebagai tempat alternatif. Masing-masing divisi kemudian mempersiapkan kebutuhan kegiatan, mulai dari pamflet pendaftaran, surat peminjaman tempat, sertifikat, perlengkapan, hingga konsumsi.
Ketua HMP PAI periode 2025/2026, Akhmad, mengatakan bahwa kegiatan Bedah Buku merupakan salah satu upaya organisasi untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan mahasiswa PAI.
“Bedah buku kami adakan sebagai salah satu upaya HMP PAI untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan mahasiswa PAI,” ujar Akhmad.
Menurutnya, mahasiswa PAI perlu memiliki kebiasaan membaca karena bidang yang dipelajari berkaitan dengan ilmu agama, pendidikan, dan berbagai persoalan yang ada di masyarakat. Melalui membaca, mahasiswa tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga belajar memahami dan mengkritisi suatu pemikiran.
“Kami berharap mahasiswa mulai membangun kebiasaan membaca dan tidak hanya membaca ketika mendapatkan tugas dari dosen,” lanjutnya.
Akhmad berharap mahasiswa PAI dapat memiliki wawasan yang lebih luas, mampu menyampaikan pendapat dengan dasar yang jelas, serta memiliki kemampuan berpikir yang baik sebagai calon pendidik.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura, Dr. Maulida Hayatina, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan literasi seperti Bedah Buku penting untuk terus dikembangkan di lingkungan mahasiswa. Menurutnya, membaca dan berdiskusi dapat membantu mahasiswa memperluas wawasan sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dalam memahami berbagai informasi.
“Kegiatan seperti Bedah Buku sangat baik untuk menumbuhkan budaya literasi mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya perlu membaca, tetapi juga perlu memahami, berdiskusi, dan mampu menyampaikan pemikirannya dengan baik,” ujar beliau.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa di lingkungan Fakultas Tarbiyah. Menurutnya, budaya membaca dan menulis perlu dibangun sejak mahasiswa agar dapat menjadi bekal dalam menunjang kegiatan akademik maupun kehidupan profesional setelah lulus.
Secara keseluruhan, kegiatan Bedah Buku menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk menambah wawasan dan meningkatkan minat baca melalui diskusi bersama. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk saling bertukar pendapat mengenai buku yang dibahas serta mempraktikkan kemampuan menulis melalui pembuatan rangkaian puisi.
Ke depan, koordinasi antar panitia perlu lebih dimaksimalkan, terutama dalam memastikan kesiapan pemateri, tempat, perlengkapan, dan publikasi agar kegiatan dapat berjalan lebih terarah dan lancar. Keaktifan peserta dalam diskusi juga perlu ditingkatkan sehingga kegiatan literasi dapat berlangsung lebih hidup dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah.
.jpeg)


