Assalamualaikum wr. wb.
Perkenalkan nama saya Hanisa NPM 24126209 dari program studi pendidikan agama islam Fakultas Tarbiyah saya ingin sharing alasan, proses pertimbangan, serta pengalaman yang melatarbelakangi pemilihan konsentrasi. Melalui sharing ini, diharapkan dapat memberikan gambaran bahwa setiap keputusan memerlukan keyakinan, doa, dan pertimbangan yang matang agar pilihan yang diambil selaras dengan minat, potensi, serta cita-cita di masa depan. Selain itu, sharing ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi mahasiswa lain agar berani menentukan pilihan terbaik serta menjalani setiap proses perkuliahan dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan keikhlasan.
Memasuki masa penentuan konsentrasi di bangku kuliah menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan dalam hidup ulun. Awalnya, ulun hanya ingin mengikuti perkuliahan seperti biasa sambil mengenal lebih jauh materi-materi yang diajarkan di setiap konsentrasi. Namun, semakin lama mengikuti perkuliahan dan mempelajari materinya, ulun semakin merasa nyaman. Setiap mata kuliah yang dipelajari terasa menarik dan membuat ulun semakin bersemangat gasan belajar. Dari situlah ulun mulai merasa bahwa konsentrasi ini memang sesuai lawan minat ulun. Perasaan yakin itu tumbuh perlahan, seiring bertambahnya ilmu dan pengalaman selama mengikuti perkuliahan.
Walaupun demikian, perjalanan gasan menentukan pilihan kada langsung berjalan mulus. Sebelum benar-benar memilih, ulun sempat dilanda keraguan. Beberapa kawan ulun bepandir bahwa konsentrasi ini lumayan ngalih, tugasnya banyak, dan perlu usaha lebih gasan bisa menjalaninya. Perkataan itu sempat membuat ulun berpikir dua kali. Di sisi lain, ulun jua merasa sedih karena harus tapisah lawan kawan-kawan yang selama ini selalu mensupport ulun dalam suka maupun duka. Mereka memilih konsentrasi yang berbeda, sehingga kemungkinan besar kami kada lagi sekelas seperti sebelumnya.
Meski hati terasa berat, ulun mencoba menenangkan diri.
Ulun sadar bahwa setiap pilihan pasti mempunyai tantangan masing-masing. Kadada jalan yang benar-benar mudah. Selama ada kemauan gasan belajar, terus berusaha, dan kada mudah menyerah, insyaAllah semua bisa dijalani.
Pikiran itulah yang akhirnya membuat ulun kembali percaya diri dan semakin mantap menentukan pilihan.
Dalam proses itu, tentu haja ada banyak orang yang memberikan pengaruh besar. Orang tua dan keluarga selalu mendukung apa pun yang menurut ulun terbaik. Guru-guru ulun jua memberikan motivasi agar ulun memilih sesuai kemampuan dan minat, bukan sekadar ikut-ikutan orang lain. Selain meminta pendapat keluarga, ulun jua melaksanakan salat istikharah, memohon petunjuk kepada Allah Swt. agar diberikan pilihan yang terbaik. Walaupun sempat ragu karena kawan-kawan memilih jalan yang berbeda, mereka tetap memberikan semangat. Sidin bepandir bahwa setiap pilihan pasti ada hikmahnya dan kada usah takut menghadapi masa depan. Dukungan itu membuat hati ulun semakin tenang.
Tantangan terbesar yang ulun rasakan bukanlah sulitnya mata kuliah, melainkan menentukan pilihan yang benar-benar sesuai lawan minat, kemampuan, dan tujuan hidup ke depan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, mulai dari tingkat kesulitan mata kuliah, kemampuan diri, hingga peluang yang bisa diraih setelah lulus nanti. Berbagai pendapat dari kawan-kawan sempat membuat ulun bingung. Namun setelah berdiskusi lawan orang tua, memperbanyak doa, dan mempertimbangkan semuanya dengan matang, akhirnya ulun mantap memilih konsentrasi ini.
Kini ulun percaya bahwa setiap keputusan yang diambil dengan ikhtiar, doa, dan pertimbangan yang baik akan membawa manfaat. Walaupun jalan yang dipilih mungkin tidak selalu mudah, ulun yakin setiap tantangan akan menjadi pelajaran yang berharga.
Dengan semangat belajar, dukungan orang-orang terdekat, dan pertolongan Allah Swt., ulun siap menjalani perjalanan di konsentrasi ini hingga mencapai cita-cita yang diharapkan.
Penulis:
Hanisa, NPM. 24126209
Mahasiswa PS. PAI Angkatan 2024
.jpeg)

