Mihrab, Martapura, 2026 – Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura melaksanakan Ujian Munaqasah sebagai tahapan akhir bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan penyusunan skripsi. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 22 Juli 2026 di Kampus IAI Darussalam Martapura ini diikuti oleh sebanyak 117 mahasiswa dari tiga program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah.
Berdasarkan data panitia, jumlah peserta terdiri atas 97 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), 9 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan 11 mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Seluruh peserta mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditetapkan serta diuji oleh tim dosen penguji sesuai bidang keilmuan masing-masing. Pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan lancar. Dalam setiap sesi, mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian yang telah disusun selama proses penyelesaian skripsi.
Setelah penyampaian hasil penelitian, para penguji memberikan pertanyaan, masukan, serta pendalaman terhadap substansi penelitian, metodologi, hingga kontribusi ilmiah yang dihasilkan. Ujian munaqasah menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa setiap mahasiswa telah memenuhi standar akademik sebelum dinyatakan lulus dari program sarjana.
Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Bapak Drs. H. Sofrayani, M.Pd. I., menyampaikan bahwa ujian munaqasah bukan sekadar proses evaluasi akhir, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur kesiapan mahasiswa dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah dilakukan.
"Ujian munaqasah merupakan tahapan akademik yang sangat penting karena menjadi bagian dari proses penjaminan mutu lulusan. Mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan penelitian yang baik, tetapi juga mampu menjelaskan, mempertahankan, dan mengembangkan gagasan ilmiahnya di hadapan tim penguji. Kami berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan tahapan ini dengan hasil yang memuaskan dan nantinya menjadi lulusan yang memiliki kompetensi, integritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat," ujar Drs. H. Sofrayani, M.Pd. I.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh dosen pembimbing, dosen penguji, dan panitia yang telah bekerja sama sehingga pelaksanaan ujian munaqasah dapat berjalan sesuai jadwal. Menurutnya, sinergi seluruh unsur akademik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Tarbiyah.
Salah seorang peserta, Muhammad Rahman, mengaku bersyukur dapat mengikuti ujian munaqasah dengan lancar. Ia mengatakan bahwa proses penyusunan skripsi hingga menghadapi ujian memberikan banyak pengalaman berharga, terutama dalam meningkatkan kemampuan melakukan penelitian dan menyampaikan hasil penelitian secara ilmiah. "Alhamdulillah, saya merasa lega setelah menyelesaikan ujian. Persiapan yang saya lakukan selama ini akhirnya dapat saya buktikan di hadapan para dosen penguji. Berbagai masukan yang diberikan menjadi pelajaran berharga untuk menyempurnakan penelitian saya sebelum dinyatakan selesai," ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh peserta lainnya, Nur Raudah. Menurutnya, ujian munaqasah menjadi pengalaman akademik yang memberikan motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang pendidikan. "Saya merasa bersyukur karena dapat melalui tahapan ini dengan baik. Walaupun sempat merasa gugup, suasana ujian berlangsung kondusif dan para dosen memberikan arahan yang membangun. Pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi saya untuk melanjutkan pengabdian di dunia pendidikan," tuturnya.
Melalui pelaksanaan Ujian Munaqasah tahun 2026 ini, Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan tinggi melalui proses evaluasi akademik yang objektif dan berkualitas. Diharapkan seluruh peserta dapat segera menyelesaikan revisi sesuai arahan tim penguji sehingga dapat mengikuti tahapan akademik berikutnya menuju wisuda dan menjadi lulusan yang siap mengabdikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
.jpeg)