Amin, Martapura 2026 - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Akhmad, mahasiswa PAI dengan NPM 24126173, berhasil meraih Juara II dalam Lomba Video Konten Literasi 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar dalam meningkatkan budaya literasi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Lomba dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang cukup panjang. Masa pendaftaran dibuka sejak 6 April hingga 5 Mei 2026. Setelah itu, panitia melaksanakan seleksi awal pada 6–10 Mei 2026 untuk menentukan peserta yang berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.
Peserta yang lolos seleksi awal kemudian mengikuti pembekalan pada 12 Mei 2026. Selanjutnya, mereka diberikan kesempatan untuk melakukan penyempurnaan konten video pada 13 Mei hingga 4 Juni 2026. Tahap penjurian berlangsung pada 5–7 Juni 2026, sementara pengumuman pemenang dilaksanakan pada 10 Juni 2026 di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar.
Dalam kompetisi tersebut, Akhmad berhasil menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya dalam mengemas pesan literasi melalui media video. Karyanya dinilai mampu menyampaikan pesan yang edukatif sekaligus menarik sehingga berhasil meraih posisi Juara II.
Acara pengumuman pemenang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar, Hj. Kencana Wati. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta yang mengikuti lomba tersebut.
Menurut Hj. Kencana Wati, tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten Banjar memiliki semangat yang tinggi untuk berkarya dan berkontribusi dalam menyebarluaskan budaya literasi kepada masyarakat.
“Hal itu menunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten Banjar memiliki semangat yang tinggi untuk berkarya sekaligus berkontribusi dalam mengampanyekan budaya literasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perpustakaan saat ini tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat penyimpanan buku. Menurutnya, perpustakaan telah berkembang menjadi ruang belajar, ruang kreativitas, ruang inklusif, sekaligus pusat tumbuhnya berbagai gagasan dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Melalui karya-karya yang dihasilkan peserta, masyarakat diajak melihat perpustakaan dari perspektif yang lebih luas dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kencana Wati berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan minat baca, kreativitas, dan kemampuan literasi masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Sementara itu, Akhmad mengaku merasa sangat bersyukur dan bangga dapat menjadi bagian dari peserta lomba sekaligus meraih prestasi sebagai Juara II. Ia mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam lomba tidak terlepas dari keberanian untuk mencoba meskipun memiliki keterbatasan fasilitas.
“Saya sangat bangga sekali bisa ikut serta menjadi bagian dari peserta lomba ini. Di mana dengan alat seadanya atau meminjam HP teman saya memberanikan diri untuk ikut. Meskipun sebelumnya saya masih ragu apakah bisa dan jadi juara,” ungkapnya.
Menurut Akhmad, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi. Justru dengan keterbatasan tersebut seseorang dapat belajar untuk lebih kreatif dan berusaha maksimal dalam mencapai tujuan.
Selain menyampaikan kesannya selama mengikuti lomba, Akhmad juga memberikan motivasi kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam mengejar impian dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
“Selagi itu hobi yang bagus dan bisa menghasilkan maka raihlah meski tidak mudah, meski banyak sekali rintangan yang harus dilewati. Ingatlah bahwa tidak semua kemenangan diraih dengan sekali percobaan melainkan ada banyak lika-liku yang perlu dilewati. Namun kemenangan sejati bukanlah sekali mencoba langsung menang, melainkan mereka yang tidak mau menyerah meski kalah dan mau mengambil pelajaran dari kekalahan tersebut,” tuturnya.
Prestasi yang diraih Akhmad menjadi bukti bahwa kerja keras, keberanian untuk mencoba, dan ketekunan dalam berkarya dapat menghasilkan pencapaian yang membanggakan. Keberhasilannya juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positif yang dapat mengharumkan nama program studi maupun institusi.
Melalui Lomba Video Konten Literasi 2026 ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar berhasil menghadirkan wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi. Dengan semakin banyaknya generasi muda yang terlibat dalam kegiatan semacam ini, budaya literasi di Kabupaten Banjar diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kemajuan masyarakat di masa mendatang.
.jpeg)
