MERY RAHMAWATI, REFLEKSI PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN SEBAGAI KETUA UMUM DEMA FAKULTAS TARBIYAH

0

Amin, Martapura 2026 - Sebuah jabatan dalam organisasi pada akhirnya akan berakhir, tetapi pengalaman, tanggung jawab, dan pembelajaran yang diperoleh selama menjalankan amanah akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang mahasiswa. Hal tersebut dirasakan oleh Mery Rahmawati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), NPM 23140188, setelah menyelesaikan masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura periode 2025–2026.

Pengalaman tersebut menjadi bagian tersendiri bagi Mery, terlebih setelah dirinya mendapat kesempatan untuk menjalankan amanah sebagai pemimpin organisasi mahasiswa di tingkat fakultas. Baginya, menjadi ketua bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga belajar menghadapi berbagai karakter, menyatukan perbedaan pendapat, serta membangun kerja sama dengan anggota organisasi.

Momen apresiasi terhadap kepemimpinan sebelumnya berlangsung dalam Pelantikan Organisasi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah periode 2026–2027 yang dilaksanakan pada 26 Agustus 2026 di Aula Kecamatan Martapura. Dalam kegiatan tersebut, turut diberikan sertifikat penghargaan kepada para Ketua Umum Organisasi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah periode 2025–2026 sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan kontribusi mereka selama menjalankan amanah organisasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil III Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura, Mihrab Afnanda, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, ia secara langsung menyerahkan sertifikat kepada para Ketua Umum sebelumnya, di antaranya Ketua Umum DEMA Fakultas Tarbiyah, HMP PAI, HMP PGMI, dan HMP PIAUD.

Bagi Mery, berakhirnya masa kepemimpinan bukan berarti berakhir pula nilai dari perjalanan organisasi yang telah dilalui. Ia mengaku bersyukur dan bangga karena telah diberikan kepercayaan untuk memimpin sekaligus memperoleh banyak pengalaman berharga.

“Ulun merasa sangat bersyukur, bangga, dan mendapatkan banyak pengalaman berharga. Dari berbagai tantangan dan naik turunnya selama berorganisasi, ulun belajar tentang tanggung jawab, kesabaran, dan kerja sama,” ungkap Mery.

Salah satu tantangan terbesar yang ia rasakan selama memimpin adalah menyatukan berbagai pendapat dan karakter yang berbeda. Menurutnya, perbedaan merupakan sesuatu yang wajar dalam organisasi. Namun, perbedaan tersebut harus dikelola melalui komunikasi dan saling memahami agar tidak menjadi penghambat dalam menjalankan organisasi.

Selain persoalan internal organisasi, Mery juga harus mampu membagi waktu antara kegiatan perkuliahan dan organisasi. Ia berusaha mengatur keduanya dengan baik serta tidak mengerjakan seluruh tanggung jawab seorang diri.

“Ulun jua kada mengerjakan semuanya sorangan, tapi lebih banyak bekerjasama lawan kawan-kawan. Jadi, antara kuliah dan organisasi bisa tetap berjalan bersama,” jelasnya".

Menurut Mery, kerja sama menjadi salah satu kunci penting dalam menjalankan organisasi. Dengan membangun komunikasi dan melibatkan anggota, berbagai pekerjaan dapat diselesaikan secara bersama-sama. Dari proses tersebut, ia tidak hanya belajar menjadi seorang pemimpin, tetapi juga belajar memahami bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak ditentukan oleh satu orang saja.

Wakil III Dekan Fakultas Tarbiyah bapak Mihrab Afnanda, M.Pd. juga mengucapkan apresiasinya kepada Mery.

“Mery telah menjalankan amanahnya sebagai Ketua Umum DEMA Fakultas Tarbiyah dengan baik. Tentunya banyak pengalaman dan tantangan yang dihadapi selama kepemimpinannya. Semoga pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi Mery untuk terus berkembang, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi fakultas maupun masyarakat” Ujar beliau.

Setelah masa kepemimpinannya berakhir, Mery berharap pengalaman selama berorganisasi dapat menjadi bekal untuk terus berkembang. Ia juga mengajak mahasiswa agar tidak takut untuk terlibat dalam organisasi maupun mencoba berbagai kesempatan yang dapat memberikan pengalaman baru.

“Jangan takut untuk berorganisasi ataupun mengejar prestasi. Selama kita bisa membagi waktu dan bertanggung jawab, keduanya bisa berjalan bersama. Nikmati prosesnya, berani mencoba, dan terus berkembang,” pesannya.

Bagi Mery, organisasi pada akhirnya bukan hanya tentang jabatan atau posisi yang pernah diduduki. Lebih dari itu, organisasi menjadi ruang untuk belajar bertanggung jawab, memahami perbedaan, membangun kerja sama, dan berkembang bersama orang lain. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang akan terus ia bawa setelah masa kepemimpinannya berakhir.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)