DEMA FAKULTAS TARBIYAH DORONG CALON PENDIDIK MENGAJAR DENGAN CINTA MELALUI SEMINAR PENDIDIKAN

0
Akmal, Martapura 2026 — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah menggelar seminar bertema “Mendidik dengan Makna: Mengajar dengan Cinta, Refleksi tentang Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Cinta” pada Minggu, 3 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memberikan wawasan kepada mahasiswa Tarbiyah mengenai pendekatan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan generasi peserta didik.

Seminar menghadirkan Jamal Syarif, M.Ag., dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin sekaligus dosen pengajar di Fakultas Tarbiyah IAID Martapura. Dengan pengalaman di bidang pembelajaran dan kurikulum, pemateri membahas pentingnya kemampuan pendidik dalam memahami karakter peserta didik serta menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan perkembangan zaman.


Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Salim, menyampaikan bahwa calon pendidik perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan karakter antargenerasi. Menurutnya, cara mengajar yang diterapkan kepada generasi saat ini tidak dapat sepenuhnya disamakan dengan pola pembelajaran pada generasi sebelumnya. Perbedaan karakter antara generasi Z dan generasi Alpha menuntut calon pendidik untuk terus mengembangkan profesionalisme dan kompetensi pedagogik.

Sebagai calon pendidik, cara mengajar kita tidak bisa disamakan dengan kondisi sekarang karena berbeda generasi. Kita harus terus mengembangkan profesionalisme dan meningkatkan kemampuan pedagogik melalui kurikulum berbasis cinta,” ujarnya.

Salim menilai penyampaian materi dalam seminar terasa menyentuh karena pemateri tidak hanya menjelaskan konsep, tetapi juga menerapkannya secara langsung selama kegiatan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui pelatihan yang membantu mahasiswa Tarbiyah memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi sebagai calon pendidik.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Agama wilayah Kabupaten Banjar. Kurikulum berbasis cinta menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan pendidikan yang menekankan nilai kasih sayang dan kemanusiaan dalam proses pembelajaran.

Salah satu peserta, Rizal Raihan Nor, mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Menurutnya, Jamal Syarif tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memberikan praktik secara langsung di hadapan mahasiswa. Ia berharap calon guru mampu menerapkan prinsip kurikulum berbasis cinta dengan mendidik dan mengajar secara penuh cinta serta makna.

Melalui seminar ini, DEMA Fakultas Tarbiyah mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menguasai teori pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan pedagogik dan kepekaan dalam memahami peserta didik. Bekal tersebut diharapkan dapat membentuk calon pendidik yang adaptif, profesional, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi generasi mendatang.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)