CERITA MAHASISWA: KETIKA MERAH PUTIH KEMBALI DI TANGAN

0

Assalamualaikum wr wb 

Perkenalkan nama saya Muhammad Ridha Amani NPM 25126471 dari Program Studi PAI Fakultas Tarbiyah.  Saya ingin sharing tentang pengalaman saya menjadi Paskibraka di Institut Agama Islam Darussalam Martapura. 
Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi pengalaman ketika kembali dipercaya menjadi Paskibraka. Bagi saya, Paskibraka bukan sekadar tugas, tetapi pengalaman tentang keberanian, kedisiplinan, kebersamaan, dan cinta kepada Indonesia.


Pagi itu, saya berdiri di lapangan Institut Agama Islam Darussalam dengan mengenakan seragam Paskibraka. Di hadapan saya, barisan mahasiswa telah tertata rapi, sementara para dosen dan pimpinan kampus berada di tempat masing-masing. 

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya saya menjadi bagian dari Paskibraka. Pada tahun 2022, saya pernah menjalani pengalaman yang sama. Namun, setelah beberapa tahun berlalu, kembali berdiri sebagai Paskibraka tetap membuat saya sedikit gugup.

Dalam hati saya bertanya-tanya, bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan? Bagaimana jika latihan yang selama ini saya jalani tidak berjalan dengan sempurna? Saya kemudian menarik napas dan mencoba menenangkan diri. Saya berkata kepada diri sendiri, 
“Harus tetap tenang. Dibuat seolah tidak ada yang menonton.”

Salah satu hal yang cukup sulit bagi saya selama latihan adalah menjaga tempo langkah tegap maju. Gerakan yang harus dilakukan perlahan justru terasa lebih nyaman jika dilakukan dengan tempo cepat. Namun, saya terus berusaha menyesuaikan gerakan bersama anggota tim lainnya.

Bagi saya, latihan bukan hanya tentang gerakan dan kedisiplinan. Ada hal lain yang membuat pengalaman ini begitu berkesan, yaitu kebersamaan. Setiap latihan membuat saya bertemu dengan teman-teman baru. Ada rasa lelah, canda, dan kebahagiaan yang kami rasakan bersama.

Hingga akhirnya tiba saat yang paling dinanti, yaitu ketika Bendera Merah Putih mulai dikibarkan. Saat itu, saya merasa bahwa tugas yang saya jalankan bukan sekadar berdiri di lapangan. Saya seperti sedang membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada diri saya sendiri.

Bagi saya, pengibaran Bendera Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah bentuk penghormatan dan rasa cinta kepada Indonesia. 

"Ketika melihat Sang Merah Putih berkibar mengikuti angin, saya teringat perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan negeri ini."

Ada rasa gembira dan bangga ketika akhirnya tugas tersebut berhasil saya selesaikan. Hari itu kembali mengingatkan saya mengapa saya mencintai Paskibraka. Bagi saya, Paskibraka bukan hanya kegiatan yang dilakukan setahun sekali, tetapi juga tentang kenangan, kebersamaan, tanggung jawab, dan pengalaman yang selalu ingin saya rasakan kembali.

Jika suatu hari kesempatan itu datang lagi, saya tahu apa jawaban saya:

"Saya ingin kembali."

Kepada mahasiswa IAID lainnya, saya ingin mengatakan:

 "Jangan takut untuk mencoba. Tetaplah sabar, karena setiap kesempatan adalah pengalaman baru yang dapat mengajarkan kita banyak hal."


Penulis:
Muhammad Ridha Amani,
NPM. 25126471
Mahasiswa
PS. PAI 
Angkatan 2025



Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)