PRODI PAI FAKULTAS TARBIYAH IAI DARUSSALAM MARTAPURA GELAR WORKSHOP INTERNASIONAL PEMANFAATAN AI UNTUK RISET TUGAS AKHIR DAN PUBLIKASI ILMIAH

0

Rahman, Martapura 2026 - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura menggelar workshop internasional bertema “Interactive Workshops and Engagement in High-Impact Research and Scientific Publication Using Artificial Intelligence (AI)” pada Senin (22/6/2026). 

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di Auditorium IAI Darussalam Martapura dan daring melalui aplikasi Zoom, diikuti oleh mahasiswa semester IV dan VI mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium IAI Darussalam Martapura tersebut menghadirkan narasumber internasional, Fais Nurul Hadi, yang menyandang gelar doktor (Ph.D.) dan memiliki pengalaman dalam bidang riset, publikasi ilmiah, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk pengembangan akademik dari Alumni Charles Darwin Uuniversity Australia


Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dan sivitas akademika dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses penelitian dan publikasi ilmiah. 

Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam menyampaikan bahwa perkembangan AI telah membawa perubahan signifikan dalam dunia akademik. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga memahami etika penggunaannya dalam aktivitas penelitian. “Pemanfaatan AI harus diarahkan untuk mendukung kualitas riset dan publikasi ilmiah. Teknologi ini dapat membantu peneliti dalam berbagai tahapan, mulai dari penelusuran literatur, pengolahan data, penyusunan artikel ilmiah, hingga identifikasi jurnal bereputasi yang sesuai dengan bidang kajian,” ujarnya. 


Dalam pemaparannya, Fais Nurul Hadi menjelaskan berbagai strategi pemanfaatan AI secara efektif dan bertanggung jawab dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas dan berdampak tinggi (high impact). Menurutnya, AI dapat menjadi alat pendukung yang sangat membantu peneliti, namun tidak dapat menggantikan kemampuan berpikir kritis, orisinalitas, dan integritas akademik. 

Beliau menekankan pentingnya memahami batasan penggunaan AI agar tidak menimbulkan persoalan etik, seperti plagiarisme, manipulasi data, maupun ketergantungan berlebihan terhadap teknologi. “AI seharusnya menjadi mitra dalam proses penelitian, bukan pengganti peran peneliti. Kualitas publikasi tetap ditentukan oleh kedalaman analisis, validitas data, dan kontribusi ilmiah yang dihasilkan,” jelasnya. 

Selain sesi pemaparan materi, workshop juga dikemas secara interaktif melalui diskusi. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka berkesempatan untuk berdialog langsung dengan narasumber mengenai tantangan riset di era digital, hingga optimalisasi teknologi AI dalam meningkatkan produktivitas akademik. 

Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura, Drs. H. Sofrayani, M. Pd. I., dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya workshop internasional tersebut sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa di era transformasi digital. Menurutnya, perkembangan teknologi kecerdasan buatan harus disikapi secara positif dengan tetap menjunjung tinggi etika dan integritas akademik. "Pemanfaatan artificial intelligence atau AI dalam dunia pendidikan tinggi merupakan sebuah keniscayaan. Oleh karena itu, sivitas akademika harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi ini secara bijaksana, terutama dalam mendukung pelaksanaan riset dan publikasi ilmiah yang berkualitas serta berdaya saing global," ucap beliau. 


Melalui penyelenggaraan workshop internasional ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura berharap dapat mendorong peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus, sekaligus memperkuat budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi serta memperluas jejaring akademik global melalui kolaborasi riset dan publikasi ilmiah berbasis inovasi teknologi.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)