Fiqri, Balangan 2026 - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura, Muhammad Paili NPM22125869, turut ambil bagian dalam ajang Lomba Teatrikalisasi Puisi Balangan Islamic Festival 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, pukul 19.00 WITA di kawasan Tugu Maritam, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Balangan. menda
Dalam kompetisi tersebut, Paili bersama tim teater membawakan puisi berjudul “Pesta Darwis”, karya sastrawan Kalimantan Selatan, Maman S. Tawie. Penampilan tersebut dikemas dalam bentuk teatrikalisasi puisi yang memadukan unsur sastra, seni peran, dan pesan-pesan spiritual keislaman. Istilah darwis merujuk pada para pengembara spiritual dalam tradisi tasawuf Islam yang mengabdikan hidupnya untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Melalui simbol-simbol gerak, dialog, dan ekspresi artistik, pementasan ini menggambarkan perjalanan batin manusia dalam mencari makna kehidupan, membersihkan jiwa, serta mencapai kedekatan dengan Sang Pencipta.
Puisi “Pesta Darwis” menghadirkan gambaran bahwa setiap manusia memiliki cara dan jalan yang berbeda dalam menempuh perjalanan spiritualnya. Namun, seluruh perbedaan tersebut bermuara pada tujuan yang sama, yakni penghambaan dan kecintaan kepada Allah Swt. Pesan ini selaras dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan pentingnya keikhlasan, ketakwaan, dan pencarian makrifat sebagai bagian dari proses penyempurnaan diri.
Dalam konteks Islamisasi budaya, pementasan teatrikalisasi puisi ini menunjukkan bagaimana seni dapat menjadi media dakwah yang efektif. Nilai-nilai keislaman tidak hanya disampaikan melalui ceramah atau pembelajaran formal, tetapi juga melalui karya sastra dan pertunjukan seni yang mampu menyentuh aspek emosional dan spiritual masyarakat. Dengan demikian, seni menjadi sarana untuk memperkenalkan ajaran Islam yang damai, humanis, dan penuh hikmah kepada khalayak yang lebih luas.
Teatrikalisasi puisi tersebut berada di bawah pembinaan Bung Fahrudin, dengan Mihrab an Nabawi sebagai pimpinan produksi dan Ahmad M. Jumroni sebagai sutradara. Penampilan mereka mendapat perhatian dan apresiasi dari para penonton yang memadati lokasi pelaksanaan Balangan Islamic Festival 2026.
Berdasarkan sinopsis yang diangkat, “Pesta Darwis” menceritakan para darwis yang menempuh berbagai cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Perbedaan jalan, metode, dan pengalaman spiritual yang mereka lalui bermuara pada tujuan yang sama, yaitu mendekat kepada Allah Swt. Melalui pementasan tersebut, para pemain berusaha menggambarkan bahwa keberagaman ekspresi spiritual tidak menghilangkan esensi utama penghambaan kepada Tuhan. Pesan inilah yang menjadi ruh utama dari karya yang ditampilkan di hadapan penonton dan dewan juri.
Muhammad Paili mengaku bersyukur dapat terlibat dalam ajang bergengsi tersebut. Menurutnya, pengalaman mengikuti lomba teatrikalisasi puisi memberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat seni sekaligus memperluas wawasan tentang sastra dan budaya Islam.
“Melalui kegiatan ini saya belajar bahwa seni dapat menjadi media dakwah dan refleksi spiritual yang efektif. Selain itu, kami juga belajar bekerja sama dalam tim untuk menghadirkan pertunjukan yang mampu menyampaikan pesan kepada penonton,” ujarnya.
Sebagai mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Paili menilai bahwa seni dan pendidikan memiliki keterkaitan yang erat dalam membangun karakter serta menyampaikan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat secara kreatif dan humanis.
Sementara itu, Pimpinan Produksi, Mihrab an Nabawi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain dan tim produksi yang telah mempersiapkan penampilan dengan sungguh-sungguh. Ia berharap keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sastra dan seni pertunjukan dapat terus berkembang sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman.
Balangan Islamic Festival 2026 menjadi salah satu ajang yang mempertemukan berbagai komunitas seni, budaya, dan keagamaan se-Kalimantan Selatan dalam rangka memperkuat syiar Islam melalui pendekatan kreatif. Lomba teatrikalisasi puisi menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian karena menghadirkan perpaduan antara kekuatan sastra, seni peran, dan pesan-pesan spiritual.
Partisipasi tim ini terlaksana atas dukungan berbagai pihak, di antaranya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Dewan Kesenian Kabupaten Banjar melalui Divisi Sastra, PC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar, serta seluruh tim pendukung yang berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan. Selain itu, keterlibatan mereka juga merupakan bagian dari gerakan literasi dan seni yang diinisiasi oleh komunitas Riam Sastra Murobbi sebagai perwakilan Kabupaten Banjar dalam ajang tersebut.
Keikutsertaan Muhammad Paili dalam Balangan Islamic Festival 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura tidak hanya aktif dalam bidang akademik, tetapi juga berkiprah dalam pengembangan seni, budaya, dan literasi sebagai sarana penguatan karakter serta dakwah Islam di tengah masyarakat.
.jpeg)


