Zahro, Martapura 2026 - Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura, Hayatun Zahro NPM 24126363 menjadi salah satu pembawa syair pada acara Tasyakuran Kelulusan Santri dan Santriwati MI Darussalam Martapura yang dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di halaman MI Darussalam Martapura, Tanjung Rema.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan IAI Darussalam Martapura Bapak Dr. H. A. Fauzan Saleh, M.Ag. dan Dekan Fakultas Tarbiyah Bapak Drs. H. Sofrayani, M.Pd.I. beserta jajaran wakil dekan, dewan guru, DEMA Fakultas Tarbiyah, orang tua santri dan santriwati, serta tamu undangan lainnya. Penampilan syair yang dibawakan Hayatun Zahro menjadi salah satu bagian yang memberikan suasana haru dalam acara tersebut.
Saat diwawancarai oleh Zahro NPM 24126448, Hayatun Zahro menjelaskan bahwa syair yang dibawakannya mengandung pesan dan doa bagi para lulusan. Menurutnya, kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Ia juga berharap para santri dan santriwati senantiasa mengingat jasa para guru yang telah mendidik mereka selama menempuh pendidikan di madrasah.
Hayatun Zahro mengaku merasakan berbagai emosi saat tampil di hadapan para guru, dosen, pimpinan kampus, serta orang tua santri dan santriwati.
“Perasaan saya campur aduk, mulai dari nervous, demam panggung, terharu, bangga, hingga bahagia. Semua menjadi satu rasa yang belum pernah saya alami sebelumnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman paling berkesan baginya adalah kesempatan untuk memberikan penampilan terbaik pada acara yang telah lama diimpikannya. Menurutnya, tampil dalam kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan Darussalam Martapura menjadi kebanggaan tersendiri.
Selain itu, Hayatun Zahro menilai syair memiliki peran penting dalam kegiatan pendidikan dan keagamaan, khususnya di Kalimantan Selatan yang dikenal dengan tradisi maulid dan syair yang kuat. Ia menyebut budaya bershalawat dan bersyair telah menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah Bidang Kemahasiswaan IAI Darussalam Martapura, Mihrab A., M.Pd., mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Ia menilai penampilan mahasiswa pada acara keagamaan dan pendidikan merupakan bentuk pengembangan bakat sekaligus sarana membangun kepercayaan diri.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan kemampuan yang dimiliki. Selain itu, juga menjadi wadah untuk melestarikan tradisi syair yang merupakan bagian dari budaya Islam di daerah kita,” ujar beliau.
Di akhir wawancara, Hayatun Zahro berpesan kepada mahasiswa agar terus percaya pada kemampuan diri sendiri.
“Jangan pernah mengatakan bahwa kita tidak bisa, karena semua orang memiliki kemampuan yang luar biasa, hanya perlu dipoles saja. Harapan saya, kita sebagai mahasiswa bisa lebih percaya diri dan jangan pernah takut untuk mencoba dengan membaca Bismillah sebelum memulai apa pun,” tutupnya.
.jpeg)

