PROFIL WAKIL II DUTA TARBIYAH 2026: MUHAMMAD RIDHA AMANY, MENGHADIRKAN ENERGI POSITIF BAGI LINGKUNGAN KAMPUS

0


Fakultas Tarbiyah kembali menetapkan mahasiswa berprestasi sebagai bagian dari representasi fakultas melalui pengukuhan Muhammad Ridha Amany sebagai Wakil II Duta Tarbiyah tahun 2026. Mahasiswa angkatan 2025 ini dikenal aktif menjaga gaya hidup sehat, memiliki minat seni, serta membawa semangat kontribusi positif bagi lingkungan kampus.


1. Siapa Duta Ridha?
Muhammad Ridha Amany berasal dari Pagatan, Kalimantan Tengah, dan lahir di Pagatan pada 21 Februari 2007. Ia memiliki hobi berolahraga seperti gym dan badminton, menggambar anime, serta menonton film dan anime, yang menjadi sarana menyeimbangkan aktivitas akademik dan pengembangan minat pribadi.

2. Sejak kapan masuk Fakultas Tarbiyah?
Ridha resmi menjadi mahasiswa Fakultas Tarbiyah pada tahun 2025. Ia memilih jalur pendidikan sebagai bentuk kesiapan untuk berkembang dalam bidang akademik sekaligus pembinaan karakter.

3. Apa pengalaman organisasi Duta Ridha?
Dalam aktivitas organisasi, Ridha aktif sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Pecinta Olahraga (HIMPORA). Melalui organisasi ini, ia belajar tentang kerja tim, sportivitas, serta manajemen kegiatan yang memperkuat solidaritas antar mahasiswa.

4. Bagaimana aktivitas Duta Ridha di luar kampus?
Ridha tidak memiliki kegiatan formal di luar kampus, namun secara rutin mengisi waktu sore dengan berolahraga di tempat kebugaran. Aktivitas ini membentuk kedisiplinan, konsistensi, serta pola hidup sehat yang menunjang produktivitas belajar.

5. Prestasi apa saja yang pernah diraih?
Beberapa prestasi yang pernah diraih antara lain Juara II Tahfidz Al-Qur’an di Madrasah Aliyah Al-Ma’rif Pagatan, partisipasi PMR tingkat Kabupaten Kasongan dan PMR tingkat Provinsi Palangkaraya, serta Juara III lomba poster saat menempuh pendidikan di MTsN 2 Katingan. Prestasi tersebut menunjukkan keseimbangan antara kemampuan religius, sosial, dan kreativitas visual.

6. Terinspirasi dari siapa untuk menjadi Duta Tarbiyah?
Ketertarikan Ridha mengikuti ajang Duta Tarbiyah berawal dari pengamatannya terhadap mahasiswa di kampus lain yang menjadi Putra-Putri Kampus. Ia menilai peran tersebut sebagai sesuatu yang positif dan membanggakan, sehingga mendorongnya untuk mencoba jalur serupa di Fakultas Tarbiyah.

7. Bagaimana pengalaman selama proses seleksi?
Ridha menggambarkan proses seleksi sebagai rangkaian pengalaman yang menyenangkan dan penuh pembelajaran. Mulai dari pelatihan catwalk, etika makan, ujian tertulis, ujian lisan bahasa Arab dengan tema keseharian, hingga debat ilmiah tentang AI. Meski sempat merasa goyah ketika beberapa teman mengundurkan diri atau tidak lolos, dukungan teman-teman membuatnya bertahan hingga akhirnya terpilih sebagai Wakil II Duta Tarbiyah.

8. Apa kesan, pesan, dan harapan untuk Duta Tarbiyah?
Ia berpesan agar para duta terus mengembangkan diri, tetap rendah hati, dan tidak hanya menitikberatkan pada penampilan luar. Harapannya, Duta Tarbiyah ke depan dapat menjadi lebih baik, solid, dan berdampak luas bagi mahasiswa.

9. Apa tujuan setelah menjadi Wakil II Duta Tarbiyah?
Sebagai Wakil II Duta Tarbiyah, Ridha menargetkan untuk menciptakan suasana yang positif di lingkungan kampus, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta mendukung citra Fakultas Tarbiyah sebagai ruang tumbuh yang sehat, produktif, dan inspiratif bagi calon pendidik.


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)