Fakultas Tarbiyah menetapkan Muhamad Syarif Hidayatullah sebagai salah satu Duta Tarbiyah tahun 2026. Mahasiswa angkatan 2025 ini terpilih setelah melalui rangkaian seleksi panjang yang menuntut kemampuan akademik, kepribadian, serta komitmen terhadap nilai-nilai kependidikan.
1. Siapa Duta Syarif?
Nama lengkapnya Muhamad Syarif Hidayatullah berasal dari Kota Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Ia lahir di Kapuas pada 23 Desember 2004. Dalam kesehariannya, Syarif memiliki hobi bermain sepak bola dan futsal yang menjadi sarana menjaga kebugaran sekaligus membangun sportivitas.
2. Sejak kapan Duta Syarif masuk fakultas Tarbiyah?
Syarif tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Tarbiyah angkatan tahun 2025. Keputusannya memilih Tarbiyah didasari minat pada dunia pendidikan dan keinginan untuk berkontribusi dalam pengembangan generasi muda melalui jalur akademik.
3. Bagaimana pengalaman organisasi Duta Syarif?
Dalam aktivitas kemahasiswaan, Syarif aktif di organisasi internal kampus, yaitu HMP PAI serta UKM Masca Study Club. Keterlibatan ini membantunya melatih kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim.
4. Apa aktivitas Duta Syarif di luar kampus?
Untuk saat ini, Syarif belum mengikuti kegiatan formal di luar kampus seperti mengajar atau sekolah tambahan, karena ingin memfokuskan diri pada studi dan tanggung jawab organisasi di lingkungan kampus.
5. Prestasi apa saja yang pernah diraih?
Syarif pernah meraih Peserta Terbaik Laki-laki PBAK 2025 dan Peserta Terbaik Laki-laki MAPCA Award 2025. Prestasi tersebut menjadi penguat kepercayaan dirinya dalam mengembangkan potensi di bidang kepemimpinan dan keaktifan mahasiswa.
6. Apa motivasi Syarif dalam mengikuti duta Tarbiyah?
Awalnya, Syarif mengikuti ajang Duta Tarbiyah karena diminta mewakili kelas. Ia menganggapnya sebagai bentuk tanggung jawab, tanpa ekspektasi tinggi untuk lolos hingga tahap akhir.
7. Bagaimana proses dan dinamika seleksi Duta Syarif?
Pandangan Syarif berubah setelah mengikuti hari pertama seleksi, ketika materi tentang peran dan tanggung jawab duta disampaikan. Ia menyadari bahwa duta bukan sekadar ajang penampilan, tetapi wadah kontribusi nyata bagi fakultas. Proses seleksi yang dijalani meliputi tes tertulis dan lisan, forum diskusi, tes bahasa Arab dan Inggris, penampilan bakat, hingga deep interview, yang berlangsung sekitar tiga minggu, dilanjutkan karantina terbuka dan tertutup selama dua minggu.
8. Apa kesan, pesan, dan harapan untuk duta Tarbiyah?
Syarif berharap para Duta Tarbiyah mampu menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh serta terus mempromosikan Fakultas Tarbiyah kepada masyarakat luas. Menurutnya, peran duta bukan hanya simbolik, tetapi juga representasi nilai dan kualitas mahasiswa Tarbiyah.
9. Apa tujuan Syarif setelah menjadi duta Tarbiyah?
Ke depan, Syarif menargetkan untuk aktif dalam kegiatan promosi fakultas, pengabdian, serta program edukatif yang sejalan dengan misi Tarbiyah sebagai pencetak calon pendidik. Ia ingin membuktikan bahwa niat baik yang disertai kesungguhan dapat melahirkan kontribusi yang bermakna bagi lingkungan akademik.
.jpeg)