SEMINAR: PS PIAUD GELAR SEMINAR GURU PAUD DIDORONG MENJADI PENDAMPING BIJAK ANAK DI ERA DIGITAL

0


Mihrab, Martapura 2026 - Kemajuan teknologi digital memberikan banyak manfaat dalam dunia pendidikan, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan serius terhadap pembentukan karakter anak usia dini. Berangkat dari kondisi tersebut, Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura menggelar kegiatan bertajuk "Peran Guru PAUD Menanggulangi Dampak Negatif Teknologi terhadap Pembentukan Karakter Anak" pada Sabtu, 27 Juni 2026, bertempat di Kampus IAI Darussalam Martapura. 

Kegiatan ini menghadirkan Arisna Wahyuni, M. Pd. sebagai narasumber yang membahas pentingnya peran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak. 

Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh wawasan mengenai strategi pendampingan anak agar tetap memperoleh manfaat teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai karakter yang menjadi fondasi utama perkembangan mereka. 

Dalam paparannya, Arisna menegaskan bahwa teknologi bukanlah sesuatu yang harus dijauhi, melainkan perlu dikelola secara bijaksana melalui pendampingan yang tepat. Menurutnya, guru PAUD memiliki posisi strategis sebagai pendidik sekaligus teladan dalam membangun kebiasaan positif anak ketika berinteraksi dengan perangkat digital. "Teknologi merupakan bagian dari kehidupan anak saat ini. Yang menjadi tantangan bukan keberadaan teknologinya, melainkan bagaimana guru mampu mengarahkan penggunaannya agar tetap mendukung perkembangan karakter, kreativitas, kemampuan sosial, serta nilai-nilai moral anak sejak usia dini," ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa pembentukan karakter tidak dapat digantikan oleh kecanggihan teknologi. Interaksi langsung antara guru dan peserta didik tetap menjadi unsur utama dalam menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan sopan santun. Oleh karena itu, guru PAUD perlu meningkatkan kompetensi digital sekaligus memperkuat pendekatan pembelajaran yang humanis dan berorientasi pada perkembangan karakter. 

Lebih lanjut, Arisna mendorong para guru untuk membangun kolaborasi yang erat dengan orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai di rumah. Menurutnya, pembiasaan penggunaan teknologi secara sehat akan lebih efektif apabila terdapat kesamaan pola asuh antara sekolah dan keluarga. 

Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Sahrahman, M. Pd. I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan pendidikan masa kini, terutama bagi lembaga PAUD yang menjadi fondasi awal pembentukan karakter generasi penerus bangsa. "Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kompetensi bagi para guru PAUD agar mampu menjalankan perannya sebagai pendamping, pembimbing, sekaligus pengarah yang bijak di era digital. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan berkepribadian positif," ungkapnya. 

Sementara itu, salah seorang peserta kegiatan, Wiwin Sumanti, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai strategi menghadapi tantangan digital dalam pendidikan anak usia dini. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pemahaman bahwa penggunaan teknologi harus selalu disertai pengawasan dan keteladanan dari guru. "Saya semakin memahami bahwa guru PAUD bukan hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter anak. Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan memberikan banyak inspirasi mengenai cara mendampingi anak menggunakan teknologi secara positif," tuturnya. 

Melalui kegiatan ini, Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura berharap para guru PAUD semakin siap menghadapi dinamika pendidikan di era digital. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membekali pendidik agar mampu menjadi pendamping dan pengarah yang bijaksana dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran, tanpa mengesampingkan nilai-nilai karakter yang menjadi dasar tumbuh kembang anak usia dini.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)