PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: PERKUAT KOMPETENSI GURU RA MELALUI STORYTELLING ISLAMI DIGITAL UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI

0

Mihrab, Martapura 2026 – Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Storytelling Islami Digital untuk Menumbuhkan Karakter Anak Usia Dini di RA Tanwirul Furqan" yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini. 

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026 di RA Tanwirul Furqan ini menghadirkan Nurul Husna, M.Pd. sebagai narasumber utama. Kegiatan tersebut diikuti oleh para guru dan tenaga pendidik RA Tanwirul Furqan dengan antusias. 


Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh wawasan sekaligus praktik mengenai pemanfaatan media digital sebagai sarana bercerita yang menarik, edukatif, dan sarat dengan nilai-nilai keislaman. Pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi guru di lingkungan pendidikan anak usia dini. 

Dalam pemaparannya, Nurul Husna, M.Pd. menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara anak memperoleh informasi dan hiburan. Oleh karena itu, guru dituntut mampu memanfaatkan teknologi secara kreatif sebagai media pembelajaran yang menyenangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan karakter. "Storytelling Islami berbasis digital bukan sekadar menyampaikan cerita melalui media elektronik, tetapi menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, disiplin, serta akhlakul karimah kepada anak sejak usia dini. Cerita yang dikemas secara menarik akan lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak," jelas Nurul Husna. 

Ia juga mempraktikkan berbagai teknik penyusunan cerita digital, mulai dari pemilihan tema Islami, penyusunan alur yang sederhana, penggunaan ilustrasi yang menarik, hingga pemanfaatan aplikasi presentasi dan video sederhana agar proses pembelajaran lebih interaktif. Menurutnya, guru tidak harus menggunakan perangkat yang mahal karena kreativitas merupakan kunci utama dalam menghasilkan media pembelajaran yang berkualitas. 

Kaprodi PIAUD Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Bapak Hanafi, M. Pd. I., memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Ia menilai bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan guru RA dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan yang semakin pesat. "Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan wujud nyata kontribusi Fakultas Tarbiyah dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik. Guru RA perlu memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif sehingga proses pembelajaran tetap menarik sekaligus mampu membangun karakter Islami pada anak usia dini. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah," ujarnya. 

Sementara itu, Bapak M. Zaini, M. Pd., mengaku memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami dan sangat sesuai dengan kebutuhan guru RA saat ini. "Pelatihan ini memberikan banyak inspirasi kepada para guru RA untuk membuat pembelajaran lebih menarik melalui cerita digital yang mengandung pesan-pesan Islami. Saya semakin yakin bahwa teknologi dapat menjadi media yang efektif apabila digunakan dengan tepat untuk membentuk karakter anak sejak usia dini". 

Melalui kegiatan ini, PS. PIAUD Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura berharap para guru RA mampu mengembangkan media pembelajaran inovatif yang memadukan teknologi digital dengan pendidikan karakter Islami. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan anak usia dini diharapkan terus terjalin sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama kehidupan.



Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)