Mihrab, Martapura 2026 – Sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura dan Pondok Pesantren Sullamussaniyah, diselenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Pelatihan dan Penyelenggaraan Jenazah di Lingkungan Pondok Pesantren Sullamussaniyah" pada Senin, 30 April 2026, bertempat di Mushola Sullamussaniyah.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Masruddin, M. Pd. I., sebagai narasumber dan diikuti oleh santri Pondok Pesantren Sullamussaniyah, masyarakat sekitar, serta mahasiswa IAI Darussalam Martapura. Kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan keagamaan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di bidang keagamaan.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai hukum dan tata cara penyelenggaraan jenazah menurut syariat Islam, tetapi juga mengikuti praktik langsung sehingga mampu mengaplikasikan ilmu tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam penyampaian materinya, Masruddin menjelaskan bahwa penyelenggaraan jenazah merupakan bagian dari fardu kifayah yang harus dipahami oleh setiap Muslim. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar dapat melaksanakan kewajiban tersebut dengan benar sesuai tuntunan syariat. "Pelatihan ini bukan hanya mengajarkan keterampilan teknis, seperti memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga proses pemakaman jenazah. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran bahwa melayani sesama Muslim pada saat wafat merupakan bentuk ibadah, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama dalam kehidupan bermasyarakat," ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan demonstrasi secara langsung mengenai setiap tahapan penyelenggaraan jenazah. Narasumber memberikan penjelasan secara rinci mengenai adab, ketentuan fikih, serta kesalahan-kesalahan yang sering terjadi di masyarakat. Peserta juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan setiap tahapan secara bergantian dengan pendampingan dari narasumber sehingga pemahaman yang diperoleh menjadi lebih komprehensif.
Kaprodi PAI Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Bapak M. Miftah Arief, M. Pd. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus tindak lanjut dari kerja sama yang telah dibangun dengan Pondok Pesantren Sullamussaniyah. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat menjadi langkah strategis dalam memperluas manfaat keilmuan kepada masyarakat. "Kami mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini sebagai wujud nyata pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam penyelenggaraan jenazah, tetapi juga memperkuat nilai-nilai religius, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengabdian lainnya," ujarnya.
Salah seorang peserta kegiatan, Subhan, mengaku memperoleh pengalaman yang sangat berharga. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam yang selama ini belum sepenuhnya dipahami. "Materi yang disampaikan sangat jelas karena disertai praktik langsung. Saya merasa lebih percaya diri apabila suatu saat diminta membantu proses penyelenggaraan jenazah di lingkungan masyarakat. Selain memperoleh keterampilan, kami juga diingatkan tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari ajaran Islam," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura berharap peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di lingkungan masing-masing. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis penyelenggaraan jenazah, tetapi juga mengintegrasikan dimensi penguatan religius, tanggung jawab sosial, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, kerja sama antara perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat diharapkan terus memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang religius, peduli, dan memiliki kompetensi keagamaan yang memadai.
.jpeg)


.jpeg)