Fakultas Tarbiyah kembali melahirkan figur mahasiswa yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Salah satunya adalah Luthfiya Najwa, mahasiswa angkatan 2024 yang terpilih sebagai Duta Tarbiyah 2026, dengan latar belakang pendidikan pesantren serta pengalaman organisasi yang membentuk karakter kepemimpinannya.
1. Siapa Duta Luthfiya?
Luthfiya Najwa berasal dari Kotabaru dan lahir pada 12 Oktober 2005. Saat ini ia berusia 20 tahun. Ia memiliki hobi menulis serta menyanyi syair dan lagu bernuansa Arab. Selain menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Luthfiya juga masih menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam dan saat ini berada di kelas dua Ulya.
2. Sejak kapan masuk Fakultas Tarbiyah?
Luthfiya mulai memasuki dunia perkuliahan di IAID sejak tahun 2024. Keputusannya memilih Fakultas Tarbiyah dilandasi oleh ketertarikan pada dunia pendidikan serta keinginan untuk mengembangkan potensi diri di bidang akademik dan keagamaan.
3. Bagaimana pengalaman organisasi Duta Luthfiya?
Sebelum kuliah, Luthfiya pernah menjabat sebagai Sekretaris Angkatan 14 di Pondok Pesantren Darul Ilmi. Di kampus, ia aktif sebagai anggota Divisi Keagamaan HMP PGMI serta mengikuti LDK Al-Mahabbah angkatan ke-4 sebagai calon anggota. Untuk organisasi eksternal, saat ini belum diikuti karena fokus pada pendidikan kampus dan pesantren.
4. Apa saja aktivitas di luar kampus?
Kesibukan utama Luthfiya di luar kampus adalah mengikuti kegiatan di pesantren. Setiap selesai Magrib dan Subuh, ia rutin mengikuti setoran hafalan bersama teman-teman, yang menjadi bagian dari pembinaan karakter dan spiritualitas.
5. Prestasi apa saja yang Pernah Diraih?
Luthfiya memiliki banyak prestasi, di antaranya juara lomba kaligrafi, hafalan surah, olimpiade IPA tingkat kabupaten, habsyi dan nasyid tingkat pesantren dan institut, serta masuk 10 besar lulusan terbaik Muallimat tahun 2024. Ia juga beberapa kali meraih peringkat akademik di tingkat MTs dan MA, serta lulus pesantren dengan predikat terbaik.
6. Terinspirasi dari siapa untuk mengikuti Duta Tarbiyah?
Inspirasi Luthfiya datang dari sosok Duta Tarbiyah sebelumnya, yaitu Kak Nazwa, yang menurutnya memiliki wibawa, sikap ramah, kemampuan public speaking yang baik, serta prestasi yang membanggakan.
7. Bagaimana pengalaman Duta Luthfiya selama seleksi?
Motivasi utama Luthfiya adalah ingin meraih mimpi di dunia perkuliahan serta menjadi pribadi yang bermanfaat dan menginspirasi. Selama proses seleksi, ia banyak diliputi rasa gugup bahkan sejak tahap pendaftaran. Ia menguatkan diri dengan salat istikharah dan meyakini bahwa setiap proses akan dimudahkan selama berada di jalan yang baik. Pada malam grand final, ia merasakan perasaan campur aduk antara bahagia, gugup, dan haru karena dukungan keluarga, serta menyadari besarnya tanggung jawab yang kini ia emban.
8. Apa kesan, pesan, dan harapan kedepannya?
Luthfiya sangat bersyukur terpilih sebagai Duta Tarbiyah karena ini merupakan salah satu mimpi besarnya. Ia berharap seluruh anggota duta dapat bekerja sama, solid, saling menguatkan, dan istiqamah dalam kebaikan sehingga dapat memberi dampak positif bagi Fakultas Tarbiyah.
9. Apa tujuannya setelah menjadi Duta Tarbiyah?
Setelah terpilih, Luthfiya ingin menjadi teladan dalam akhlak dan sikap, dimulai dari memperbaiki diri sendiri. Ia juga menargetkan agar Fakultas Tarbiyah semakin dikenal luas melalui kolaborasi dengan kampus lain maupun masyarakat, sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa Tarbiyah di tengah publik.
.jpeg)